Kamis, 30 Januari 2014

Berbeda Logat Tetap Bhinneka Tunggal Ika


        
           Siapa yang tidak kenal dengan Bhinneka Tunggal Ika, semboyan negara tercinta kita. Semboyan yang mempersatukan keberagaman di Indonesia, baik budaya, etnis, maupun suku. Bahasa menjadi alat komunikasi utama untuk berinteraksi dengan orang lain. Namun di dalam bahasa itu memiliki perbedaan logat dalam mengucapkannya.
Logat adalah cara pengucapan kata yang dapat dipengaruhi oleh khas lidah orang-orang di daerah masing-masing yang dapat menunjukkan identitas seseorang dengan daerah asalnya. Seperti pada kata-kata “beda suku beda lidah”.
Logat adalah cara mengucapkan kata (aksen) atau lekuk lidah yang khas, yang dimiliki oleh masing-masing orang sesuai dengan asal daerah ataupun suku bangsa. Logat dapat mengidentifikasi lokasi dimana pembicara berada, status sosial-ekonomi, dan lain lainnya.
             Dengan keberadaan kentalnya budaya yang beragam tercipta pula perbedaan yang beraneka ragam. Salah satunya adalah perbedaan logat atau dialek. Logat dapat dijadikan tanda untuk mengenali identitas seseorang berasal dari daerah mana. Biasanya orang lebih mudah mengenali seseorang berasal darimana lewat logatnya yang unik.  Nah, kejadian seperti ini sering dialami oleh para mahasiswa dan sebagian anak SMA, mereka menjadi lebih terhibur dengan keunikan dan kelucuan logat teman mereka yang berbeda daerah atau kota bahkan pulau yang jauh-jauh dari negerinya untuk menimba ilmu.
Beberapa logat daerah yang unik di Indonesia diantaranya:


1) Orang Kediri
Nah, orang Kediri pasti tau kata-kata unik yang dijadikan ciri khas orang Kediri. Orang Kediri biasanya menambahkan kata “Nda” diakhir katanya. Tapi uniknya, beda daerah sedikit sudah ada perubahan kata. Yah memang seperti kota lain pada umumnya. Seperti kata “dhuwur” pada umumnya di sebagian besar daerah, di sebagian kecil daerah mengucapkannya dengan kata “dhukur”.

2) Orang Bali
Orang Bali tidak kalah unik. Mereka kalau bilang “nggak” bilangnya “ngak”. Penekanan pada huruf “T” menjadi seperti “Th”. Pelafalan huruf “A” dibaca “E” seperti pada kata “pura”dibaca “pure”. Siswa MAN 3 Kediri yang baru saja Praspa ke Bali pasti sudah membuktikannya dengan mendengar kata-kata tour guide dari Bali.

3) Orang Semarang
Orang Semarang kesehariannya menggunakan bahasa Jawa. Tapi uniknya di akhir katanya ditambahkan kata “ik”, contohnya seperti “lucu ik”.

4) Orang Betawi
Orang Betawi terkenal dengan kata “aye” nya. Huruf “A” di akhir kata diucapkan “E” seperti pada kata “serong”.

        Nah, seputar logat-logat dari beberapa daerah di atas dapat menambah pengetahuan menarik kita tentang keseharian berbahasa di daerah lain. Indonesia memang memiliki beribu logat bahasa, namun tidak menjadikan bangsa Indonesia terpisah-pisah. Kita harus bangga dengan keberagaman budaya ini. Perbedaan logat bahasa menunjukkan gaya hidup yang beraneka ragam. 
         Jangan takut untuk berintaksi dengan orang yang berbeda etnis, suku atau budaya. Karena kita memiliki bahasa persatuan yang dapat mempersatukan bangsa kita yaitu bahasa Indonesia, bahasa nasional yang semua orang Indonesia akan mengerti apa yang kita maksud bila berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Dan kita juga memiliki semboyan pemersatu, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.




Menurut kamu, pengenalan budaya seperti apa yang dapat dijadikan sebagai identitas kita melalui bahasa?

2 komentar:

Anhar Tasman mengatakan...

NKRI harus terus dipertahankan meskipun terdiri dari beragam suku dan agama

Kunjungi balik ya http://kursusmembuatgame.com

Lia Jumana mengatakan...

iya itu benar kawan :)

oke pastinya :)